BERANDA

Jumat, 29 Agustus 2025

Majalah Sekolah Ajang Promosi

 

Judul                   : Majalah Sekolah Ajang Promosi  

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 11

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Jum’at, 29 Agustus 2025

Tema                  : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber       : Widya Arema

Moderator         : Nur Dewi Yanti



Majalah sekolah diibaratkan seperti wadah majemuk yang menampung berbagai buah pikiran dan kreatifitas  siswa. Majalah sekolah menjadi arena bagi siswa untuk menjelajahi berbagai tulisan yang memuat ide, gagasan dan pengalaman siswa. Benih-benih potensi literat akan lahir dari sebuah wadah yang sederhana ini.

Majalah sekolah akan menjadi gerbang bagi siswa mengasah kemampuan literasinya sehingga mampu memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Informasi penting dan terapdate di dunia akan mampu tersaji hanya dengan membaca di majalah sekolah.

Psstikan mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI gelombang 33 edisi ke-11  sampai tuntas pada malam hari ini. Nur Dwi Yanti atau lebih dikenal dengan sebutan NDY akan membersamai kita selaku moderator menjadikan pengalaman belajar semakin menantanag. Menghadirkan Narasumber hebat pada malam hari ini  Ibu Widya Arena akan mengupas tuntas tema malam hari ini yaitu Majalah Sekolah.

 

Dunia literasi bukan hanya sekadar membaca, namun lebih jauh daripada itu merupakan wahana untuk berbagi pengalaman, menuangkan ide gagasan melalui tulisan. Majalah sekolah akan menjadi ajang bagi mereka yang ingin menambah pengalaman belajar tidak hanya sebatas pengalaman  belajar di kelas.

Seperti kata Pramoedya Ananta Toer:

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.

Widya Arema lahir  29 Seotember 1975 telah mengikuti pelatihan menulis mulai gelombang 21 sampai gelombang ke-29. Selanjutnaya menjadi narasumber nasional pada KBMN PGRI gelombang 23, 25, 27 dan 29. Telah banyak menulis buku baik buku antologi  maupun buku duet. Sebanyak kurang lebih 25 buku antologi telah ditulisnya. Berbagai penghargaan telah ddiraih seperti penulis blog terbaik tahun 2022, penulis terbaik prosais, penulis terbaik blogger tahun 2023 dan guru berprestasi.

Apa sebenarnya pengertian majalah sekolah?

Menurut KBBI  majalah adalah terbitan berkala yang memuat berbagai liputan jurnalistik, pandangan berbagai topik actual yang patut diketahui oleh pembaca. Berdasarkan waktu terbitnya maajalah dibagi menjadi majalah bulanan, majalah tengah bulanan, majalah mingguan dan sebagainya.

Sedangkan menurut isinya majalah dapat dibedakan menjadi majalah berita, anak-anak, Wanita,  remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.

Majalah sekolah adalah majalah yang dibuat dan diedarkan di lingkungan ekolah.

Susunan daftar isi majalah pada umumnya yaitu:

1.     Nomor edisi: keterangan edisi dan tanggal terbit

2.     Rubrik: Menunjukkan isi rubrrik

3.     Isi: merupakan tema yang ada dalam sebuah rubrik, saatu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema

4.     Penulis dari sebuah tulisan

5.     Deadline: waktu tulisan yang akan dimuat di majalah

6.     Keterangan adalah penjelasan daru halaman yang ada dalam sebuah rubruk



Langkah-langkah menerbitkan majalah adalah sebagai berikut:

1.      Menyatukan ide dan gagasan: mencari teman yang memilik jiwa literasi, membentuk susunan  redaksi majalah

2.      Mengajukan proposal: meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, pendanaan dan lain-lain

3.      Merancang majalah: Menentukan nama majalah, isi berita dan pendanaan

4.      Mencari rekanan, mencari rekanan pendukung, percetakan dan sponsor



Susunan redaksi Maaajalah sekolah

1.      Penasehat: Memberikan segala pertimbangan, kepada segenap Grue tentang maajalah sekolah

2.      Penanggungg jawab kepala ekolah:  bertanggung jawab atas keseluruhan penerbitaan pers, baik kedalam maupun keluar, ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada pemimpin  redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan.

3.      Pimpinan redaksi bertugas: bertanggung jawab terhadaap mekanisme dan aktifitas kerja keredaksian sehari-hari, ia harus mengawasi isi seluruh  rubrik  media massa yang dipimpinnya

4.      Fotografer tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek yang bernilai berita  atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis

5.      Layout tugasnya mendesain majalah menjadi tampilan komunikatif  dan menarik untuk disajikan letaknya 

6.      Keuangan tugasnya mengatur sirkulasi jalannya keuangan majalah sekolah

Manfaat majalah sekolah

1.      Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa

2.      Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, hiburan dan pengetahuan

3.      Wadah kreatifitas guru dan siswa dalam berkarya, menulis, menggambar dan lain-lain

4.      Sarana publikasi sekolah di masyarakat

5.      Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerbitan manjalah

1.      Memberi nama majalah sekolah deengan kata-kata singkatan atau  kata-kata yang menginspirasi

2.      Menentukan artikel: misi-misi ditulis di halaman kedua, salam redaksi sapaan pimred kepada pembaca,  penyampaian isi majalah sescara singkat,  tema majalah kondisi teraktual saat ini

3.      Berita sekolah: kegiatan-kegiatan sekolah

4.      Menentukan artikel yang akan ditampilkan: Profil guru dimuat secara bergantian mulai dari kasek, wakasek, dan seterusnya

5.      Profil siswa berprestasi  menampilkan  siswa yang paling berprestasi

6.      Karya ssiswa menampilkan tulissan siswa puisi ceepen, foto, karya kerajinan dan gambar

7.      Kegiatan siswa

8.      Quis berhadiah

9.      Prestasi sekolah

10.  Info dan pengumuman libur sekolah, ujian

Bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai kebutuhan dan kreatifitas seperti komik dan cerita bergambar, tutorial menggambar , iklan  Pengajuan ISBN merupakan hal penting karenanya kita dapat membantu penerbit dalam pengajuannya.

Menentukan bahasa yang digunakan juga perlu agar mengikuti perkembangan zaman sehingga tetap menjadi daya Tarik bagi pembaca. Seperti menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal, bahasa sehari-hari, menggunakan bahasa gaul, menggunaka bahasa komunikatif seakan sedang berbincang dengan pembaca.

Carilah tema yang sedang buming di sekolah maupunddi mssyarakat.  Seperti semakin berilmu semakin berakhlak,  lets go green, raih mimpi setinggi bintang dan lain-lain

Pilihlah cover yang manarrik  agar memilik daya Tarik dan dapat melindungi isi majalah.  Dapat menggunakan tenaga guru yang memiliki keterampilan iT. Pembiayaan digunakan untuk biaya cetak,  Membayar crew dan biaya hadia quis.

Teknik pembiayaan dapat berupa murni dari siswa  yang memberli majalah, dari BOS dan dari sponsor bisa berupa pengusaha, orangtua siswa dan lain-lain. Mesti ada upgrade kemampuan para crew agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, cepat dan tepat. Pelatihan korel, fotoshop dan bentuk lainnya lag./

Selain itu menjada kekompkan dan kebersamaan dalam tim kerja agar terus terpupuk semangat  dan komitmen memberikan layanan berita dan informasi terbaik.

Kesimpulan

Jadikan sekolah Anda semakin popular dengan haddirnyam mjalah sekolah

Penutup

Siapa yang berhenti berusaha Ketika menghadapi kegagalan , berarti dia sudah gagal.

 

SELESAI DALAM HITUNGAN JAM

 

AGUS SALEN

Sidrap, 29 Agustus 2025



 

Agendaku hari ini cukup pada di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus tempat kami meneyelesaikan program Doktoral pada Program Studi Pendidikan Ekonomi. Sekitar pukul 22.00 wita kami berangkat menuju Kota Makassar dengan menggunakan angkutan umum.  Dalam benakku saat perjalanan ke Makassar telah merancang tahapan kegiatan yang akan saya lakukan dalam satu hari itu. Kegiatan mana yang perlu didahulukan sehingga tidak saling mengghambat kegiatan berikutnya dan saya berharap semua rencan itu selesai dalam waktu satu hari.

Keesokan harinyanya kami bangun subuh menunaikan sholat dan kemudian mematangkan kembali rencana yang telah saya desain selama perjalanan. Sambil nyeruput kopi hitam yang disuguhkan saya menyelesaikan dokumen yang masih memerlukan perbaikan ringan. Tepat pukul 08.00 Wita saya tiba di Kampus UNM dan langsung menuju loket layanan administrasi pasca sarjana.

“Wao, agenda yang demikian padat” Sebanyak tujuh undangan  untuk promotor, penguji,  ketua prodi dan direktur pasa harus selesai saya bagikan hari ini. Setelah mengecek satu demi satu undangan tersebut serta memasukkan ke dalam amplop, saya segera menuju ke koperasi mahasiswa untuk menggandakan proposal.

Karena koperasi mahasiswa belum terbuka, maka saya ke kantin untuk sarapan pagi sambal memeriksa ponsel kalau-kalau ada informasi penting yang harus ditindak lanjuti. Benar saja, mata saya tertuju pada satu pesan pada grup PM 1A bahwa masih ada dua LK yang belum rampung saya kumpulkan saat mengikuti diklat pembelajaran mendalam bagi kepala sekolah.

Dengan sigap saya membuka laptop sambil sesekali menyantap roti sebagai pengganti sarapan pagi. Saya mencoba membuka dokumen LK yang telah saya buat untuk selanjutnya dikirim kembali sesuai dengan LK yang belum selesai. Satu kesyukuran proses ini berjalan lancar dan selesai dalam waktu singkat.Untung saja ada teman yang berbaik hati bersedia membantu.

Dua aktifitas selesai pada waktu bersamaan sarapan pagi dan menyelesaikan LK di LMS yang belum terkirim. Selanjutnya saya bergegas menuju koperasi mahasiswa yang letaknya tidak jauh dari tempat sarapan tadi.

Koperasi sudah penuh oleh mahasiswa yang antri dengan keperluan yang berbeda-beda. Melihat koperasi mahasiswa sepadat ini saya sempat ragu apakah pekerjaan saya bisa selesai sesuai dengan tahapan yang telah saya rancang. Namun sikap optimisme seketika muncul bahwa jika tekun berusaha dan pantang menyerah tujuan akan tercapai.

Saya lantas mengabil barisan antrrian paling belakang, namun dalam waktu yang singkat antrian  saya semakin dekat dan tibalah saatnya pelayanan untuk saya.  “Harap dibantu saya ingin menggandakan proposal ini sebanyak 7 rangkap sekaligus dijilid antero,” kataku sambal membuka pembicaraan. ”Bisa Pak, tapi nanti sore baru selesai”.

Karena pesanan yang masuk pada hari itu tidak terlalu banyak sehingga penggandaan dan jilid proposal diseretasi saya dapati diselesaikan sebelum waktu sholat Dhuhur.  Selanjutnya undangan yang pertama saya antarkan adalah undangan untuk Bapak Wadir I. Saat saya tanya ajudan beliau ternyata sedang mengikuti rapat dinas, untung saja undangan beserta proposal bisa dititip.

Undangan untuk dua orang promotor saya antarkan langsung kepada yang bersangkutan sesuai dengan tempat yang telah disepakati sebelumnya.  Kemudian undangan promotor yang lainnya saya antar ke rumahnya sesuai dengan kesepakatan dengan beliau.

Undangan untuk dua orang penguji langsung saya bawakan di fakultas ekonomi tempat beliau bertugas.  Karena kami ssudah berkomunikasi sebelumnya maka undangan dan proposal langsung saya berikan. Sedangkan undangan untuk satu orang penguji lainnya terpaksa saya harus menunggu sampai beliau selesai rapat.

Semua undangan dan proposal telah diterima oleh Wadir I, promotor, penguji sehingga praktis masih tersisa satu undangan lagi yaitu undangan Kaprodi Pendidikan Ekonomi Program Doktoral UNM. Setelah melakukan komunikasi dengan beliau undangan cukup difotakan saja dan selanjutnya proposal akan menyusul saya antarkan.

Seluruh aktifitas hari ini selesai sebelum sholat Ashar. Selanjutnya dengan diantar oleh si Sulung saya  menuju salah satu kafe untuk bincang santai dan ngemil seadanya sambil menunggu jemputan pulang ke daerah.  Bangga dan syukur rasanya urusan hari ini dapat terselesaikan dengan baik.

Rabu, 27 Agustus 2025

Belajar Tentang Penerbitan

 

Judul                   : Belajar Tentang Penerbitan  

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 10

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Rabu, 27 Agustus 2025

Tema                  : Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT Andi Offset Yogyakarta

Narasumber       : Agus Subardana, SE., MM..

Moderator         : Yandri Novita  Sari, S.Pd.



Sebuah karya tulis akan bermuara pada ending akhirnya adalah penerbitan. Sebuah buku yang terbit melalui penerbit mayor merupakan satu capaian yang diimpi-impikan oleh penulis. Khusus materi pada malam hari ini kita akan belajar bagaimana sebuah buku tembus pada penerbit mayor bersama Direktur Penerbit Mayor PT. Andi Offset akan berbagi informasi penting kepada peserta KBMN PGRI gelombang ke-33.

Selanjutnya moderator Yandri  Novita Sari, S.Pd menyampaikan agenda pada malam hari ini yang mencakup pembukaan, penyajian materi, diskusi dan penutup. Narasumber kita kali ini adalah Bapak Agust Subardana, S.E., M.M. beliau merupakan Direktur Penerbitan di Penerbit ANDI Offset dan mengabdi lebih dari dua dekade. Beliau berperan dalam mengelola dan mengembangkan strategi penerbitan buku di berbagai bidang.

Penerbit ANDI Offset berdiri di Yogyakarta pada awal 1980-an. Awalnya, ANDI hanyalah sebuah usaha percetakan kecil yang melayani jasa cetak umum. Pada dekade 1980-an, ANDI fokus menerbitkan buku-buku komputer, teknologi, dan sains yang pada masa itu masih sangat terbatas jumlahnya di Indonesia.

Seiring dengan era digital, ANDI juga beradaptasi dengan menerbitkan e-book, buku digital, dan layanan cetak ulang cepat, sehingga karya penulis dapat menjangkau pembaca lebih luas melalui platform daring maupun toko buku fisik nasional.

Dengan slogan Bersama ANDI, Berkarya untuk Negeri, penerbit ini terus berkomitmen mendukung gerakan literasi dan mencetak karya-karya bermutu yang memberi dampak bagi dunia pendidikan dan pembangunan bangsa.

Menulis di era digital memiliki beberapa tantangan yaitu:

1.      Persaingan dengan Self-Publishing & Platform Digital. Tantangan ini akan semakin memperluas persaingan dalam mendapatkan perhatian pembaca. Platform digital ini akan semakin mempermudah pembaca untuk mengakses buku-buku pilihannya dengan mudah dan praktis.

2.      Keterbatasan Akses Distribusi.  Banyak penulis yang telah menghasilkan karya yang baik namun terkendala pada sulitnya menembus jaringan distribusi secara nasional sehingga karya-karyanya hanya sebatas konsumsi kokal dengan komunitas terbatas.

3.      Kurangnya Pemahaman Teknis tentang Tata Cara Penerbitan.  Setidak-tidaknya seorang penulis juga mesti memahami apa itu Standar editing dan proofreading,  Desain layout & cover yang profesional, Pengurusan ISBN dan legalitas dan Proses cetak & kualitas produksi buku

4.      Minimnya Dukungan Promosi dari Penulis Individu.  Bagian penting sestelah buku selesai diterbitkan adalah promosi. Namun kenyataannya banyak penulis tidak memperhatikan unsur promosi. Tanpa promosi yang baik karya tulis yang baik pun akan tenggelam.

Selanjutnya dengan adanya tantangan tersebut ANDI offseste hadir untuk mengatasi persoalan penerbitan dan promosi. Sehinga seorang penulis hanya fokus pada bagaimana menghasilkan tulisan yang berkualitas tanpa khawatir pada unsur penerbitan dan promosi.

Maka Andi Offset berperan:

1.      Sebagai Jembatan Penulis <>Pembaca. Karya yang berkualitas tersebut diolah, didesain sedemikai rupa sehingga memiliki daya tarik yang tinggi bagi para pembaca.

2.      Menyediakan Layanan Profesional untuk Penulis. Layanan seperti Editing & Penyuntingan Profesional, Desain Cover, Setting & Layout Berkualitas, ISBN & Legalitas Penerbitan, Distribusi Nasional, Dukungan Promosi merupakan bentuk-bentuka layanan profesional dari penerbit ANDI Offset.

Peran penerbit ANDI Offset itu akan menghapus keraguan para penulis hebat untuk berkonssentrasi menghasilkan tulisan berkualitas tanpa ada keraguan. ANDI Offset akan menjawab keraguan tersebut sekaliggus mengahdirkan solusi cerdas di tengah gempuran teknologi yang semakin gencar.

Kesimpulan

Penerbit ANDI Offset siap membersamai para penulis hebat Nusantrara untuk memberikan konstribusi terbaiknya dalam kepenulisan untuk tturut serta membangun bangs adan negara kita melalui aktifitas literasi.

Penutup

Bahwa Peran ANDI Offset bukan hanya sekadar mencetak buku, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis penulis dalam seluruh proses : dari naskah hingga pembaca. Dengan dukungan layanan profesional, distribusi nasional, dan promosi terarah, penulis dapat lebih fokus pada karyanya, sementara ANDI memastikan karya tersebut berkualitas, legal, dan sampai ke tangan pembaca yang tepat.

Memotivasi Diri Menulis

 

Judul                   : Memotivasi Diri Menulis

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 9

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Senin, 25 Agustus 2025

Tema                  : Menulis Itu Mudah

Narasumber       : Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi.

Moderator         : Muliadi



“Menulis itu Mudah” semudah mengalirkan air dari ketinggian ke tempat rendah, jika sudah mulai mengalir tak akan putus. Maka semudah itulah menulis mengalirkan ide, gagasan, perasaan  dan pengalaman terbaik.

Menulis itu diibaratkan candu semakin kita membiasakan diri menulis setiap waktu maka akan semakin menjadikan sebagai kebutuhan. Ada perasan kurang lengkap jika dalam sehari tidak menulis.

Banyak orang berpendapat bahwa menulis itu sulit, sepertinya pendapat ini hanya berlaku pada orang yang tidak mau memulai. Untuk mengikis pendapat tersebut maka mulailah menulis dengan menuangkan ide-ide sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menulis berarti kita telah meninggalkan riwayat yang akan dikenang sepanang waktu dan yang lebih membanggakan lagi dapat menginspirasi banyak orang dengan wawasan baru yang kita tuliskan.

“Mengapa menulis itu penting?

Menurut moderator hebat kita pada malam hari ini Bapak Muliadi, setidaknya ada tiga hal yang membuat menulis itu penting.

Pertama dengan menulis itu berarti kita membiasakan diri menuangkan ide-ide yang ada dalam benak dan pikiran sehingga ide-ide itu akan terus bersirkulasi melahirkan ide-ide terbarukan. Ide itu sifatnya tidak permanen manakalah tidak didokumentasikan dalam bentuk tulisan maka akan hilang dan sulit lagi memeunculkannya.

Kedua, menulis itu merupakan salah satu bentuk berbagi dari sekian banyak bentuk berbagi yang ada. Dengan menulikan ide, gagasan, perasaan dan pengalaman baik yang kita alami akan menjadi inspirassi bagi orang lain yang membaca tulisan itu. Meskipun seorang penulis telah tiada maka dia akan tetap hidup di hati para pembacanya, “Luar bias bukan?

Dan ketiga, bahwa menulis itu merupakan aktifitas pisik yang melibatkan dialog psikis jiwa dan imajinasi yang ada dalam benak dan perasaan. Dengan menulis kita belajar memahami apa yang dirasakan dan mengekspresikan dalam bentuk susunan kata dan kalimat. Menulis itu menjadikan kita terbiasa menuangkan perasaan sehingga pemikiran, ide yang kita miliki semakin tertata.

Demikianlah kata-kata motivasi dari sang moderator hebat kita pada malam kesembilan ini dan selanjutnya untuk mendalami lebih jauh lagi tentang tema ini mari kita ikuti sampai tuntas Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI yang menghadirkan Narasumber hebat yaitu Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Beliau adalah seorang akademisi sekaligus penulis produktif yang telah melahirkan banyak karya.

Omjay pernah berkata bahwa menulis itu adalah jalan hidup. Menjadi pribadi yang baik ataukah pribadi yang tidak baik merupakan pilihan hidup. Pribadi yang baik tidak diperoleh begitu saja, namun melalui proses panjang dan berkesinambungan. Banyak tantangan, cobaan, dan berbagai kesulitan lainnya yang menghadang. Salah satu proses yang mudah dilalui untuk mewujudkan pribadi yang baik adalah dengan cara menulis.

Menulis itu mudah meskipun  untuk mengahsilkan tulisan dibutuhkan beberapa ketentuan, menurut Narasumber ketentuan tersebut meliputi:

1.     Menulis sesuatu hal atau peristiwa yang kita alami sendiri. Alur tulisan yang lahir dari hal yang kita alami sendiri rangkaian kata dan kalimatnya akan mengalir dengan sendirinya. Ide dan alur tulisan akan terus berkembang mengikuti alur peristiwa yang telah dijalani.

2.     Memiliki kebiasaan menulis. Pekerjaan yang sama sekali belum pernah kita lakukan biasanya sangat berat untuk memulainya. Demikian juga dalam hal menulis awal-awalnya susah, berat, canggung dan perlu kekuatan untuk memulainya. Pengalaman sebagian besar penulis bahwa untuk memulai menulis itu perlu memang dipaksa-paksa. Dari pola pikir dipaksa jika sudah terbiasa akahirnya berubah menjadi sebuah kebiasaan.

3.     Menulis dari tema yang telah dikuasai.  Tema yang dikuasai bisanya disesuaikan dengan  pekerjaan yang dilakoni sehari-hari. Jika seseorang berprofesi sebagai pendidik maka tema yang baik ditulis adalah tema-tema yang berhubungan dengan  pendidikan. Maka kemudian profesi atau pekerjaan keseharian merupakan tema yang mudah ditulis namun tidak menutup kemungkinan memiliki kemampuan menulis di luar dari bidangnya.

4.     Komitmen. Ketentuan 1 sampai 3 akan dikuatkan dengan komitmen. Meskipun seseorang telah menguasai ketiga ketentuan di atas harus dibarengi dengan komitmen. Tanpa komitmen semuanya tidakada artinya. Salah satu cara untuk  memelihara komitmen  adalah dengan cara menentukan menulis 20 menit sebagai bentuk memelihara komitmen.

Selanjutnya jika tertarik untuk menulis artikel jurnal sebaiknya banyak membaca artikel jurnal. Deengan banyak membaca artikel jurnal seorang penulis akan mendapatkan banyak wawasan sehingga pada saat menulis artikel menjadi mudah.

Ada beberapa manfaat membaca artikerl jurnal yaitu

1.      Menambah wawasan baru, karena artikel jurnal itu merupakan laporan penelitian sehingga datanya akurat dan merupakan laporan penelitian terbaru.

2.      Kedua dengan membaca jurnal berarti kita mengetahui ruang kosong yang dapat diajadikan sebagai bahan penelitian selanjutnya. Data yang tersaji menjadi data awal bagi peneliti-peneliti selanjutnya.

3.      Deengan membaca jurnal berarti akan memunculkan inspirasi bagi pembaca utamanya pada bagian rekomendasi hasil penelitian.

Sebagai contoh ketekunan membaca adalah pengalaman seorang penulis Aveus Har. Beliau awalnya bukanlah sesorang penulis akan tetapi memiliki hobi membaca. Karena begitu hobinya membaca pada akhirnya dia menyalurkan wawasan dengan menulis sampai-samapai dia dinobatkan sebagai penulis cerpen terbiaik Kompas 2023.

Pengalaman dan prestasi Avius Har ini cukuplah menjadi pelajaran bagi kita bahwa betapa pentingnya proses membaca dilakukan. “Apa yang mau ditulis jika kita sendiri miskin wawasan”

Proses membaca jurnal diawali dengan mencari jurnal sesuai dengan jenis jurnal yang dituju. Setelah diperoleh jurnal yang dituju maka mulai dengan membaca jurnal ke jurnal secara tekun. Langkah ini akan memudahkan kita untuk melakukan tahapan ATM, amati, tiru dan modifikasi.

Membaca berbgai jurnal itu merupakan proses amati, setiap jurnal memiliki kekhasan masing-masing. Seorang penulis bisa saja menuliskan kembali jurnal tersebut dengan gaya kepenulisan yang dimiliki.

Proses ini hendaknya dijalankan dengan penuh ketekunan sampai pada akhirnya menghasilkan jurnal yang baik.

Ada bebera[a tips menulis jurnal:

1.      Banyak membaca, dengan banyak membaca jurnal secara otomatis akan bertambah wawasan ssseorang terkait dengan tema jurnal yang menjadi tujuannya.

2.      Menikmati prosesnya,

3.      Harus jelas mau mengirim artikel ke jurnal mana. Dengan mengunjungi web sinta yang tersaji banyak jenis jurnal di dalamnya, selanjutnya baca jurnal-jurnal tersebut dan tentukan jurnal tujuan. Kunjungi secara rutin jurnal tersebut untuk lebih mendalami isinya dan gaya kepenulisannya.

4.      Jika sudah mengirim dan ditolak maka pelajari secar cermat penyebab ditolaknya jurnal tersebut.

Kesimpulan

Pengembangan tema sebuah jurnal dapat dilakukan dengan langkah sedrhana yaitu Persolan, Tantangan, peluang dan strategi. Keempat hal tersebut tinggal diurai satu persatu dengan gaya bahasa dan kepenulisan sendiri.

Menulis jurnal itu lebih sulit ketimbang menulis artikel lepas. Artikel jurnal itu merupakan laporan hasil penelitian yang prosedur, data dan Teknik penoglahannya sudah mengikuti prosedur ilmiah. Hendaknya tidak menunda feedback dari reviewer segera ditindak lanjuti untuk diperbaiki.

Penutup

Dari materi yang disampaikan kita semakin yakin bahwa kebiasaan baik sering lahir dari sesuatu yang awalnya terasa berat. Jika kita terus berproses, maka paksaan akan berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan berubah menjadi kebutuhan. Semoga semangat menulis ini bisa terus tumbuh dan menginspirasi kita semua.

Jumat, 22 Agustus 2025

Strategi Memilih Diksi yang Tepat

 

Judul                   : Strategi Memilih Diksi yang Tepat

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 8

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Jum’at, 22 Agustus 2025

Tema                  : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber       : Maydearly

Moderator         : Widya Arema

 


Dikdi merupakan jiwa bahasa  yang luas seprti laut biru yang jernih. Mengandung pesan yang mendalam. Diksi diibaratkan sebuah media melukiskan kata-kata menggambarkan ungkapan emosi yang sarat makna.

Dengan pilihan diksi yang  tepat, penulis dapat mengungkapkan perasaannya yang halus, menyampaikan pesan yang tegas dan meninggalkan karya yang langgeng.  Sebagai alat diksi dapat mengobarkan semangat, memompa kekuatan, membangkitkan inspirasi dan membawa jiwa menikmati dunia yang penuh dengan keindahan.

Sebbuah kalimat pembuka menghentak lamunan peserta yang telah ditorehkan oleh moderator jebat kita pada malam hari ini, ssiapa lagi kalua bukan Wiya Arema. Untai kata demi kata tersaji mala mini yang akan mengawali ditulisnya sebuah sejarah petualangan jiwa untuk dikenang sepanjang masa oleh anak cucu dikemudian hari.

Moderator terus merangkai kata menggoda jiea kami pada malam hari ini yang tengah menanti petualangan kata dari sang pembawa pesan kelas pada malam hari ini.  Keelas Belajar Menulis Nasional (KBMN) PGIO Angkatan 33,

“Apa sih diksi itu?

Menurut  Maydearly diksi adalah padanan kata yang diplih untuk memberi kesan esstetik dalam sebuah kalimat. Aristoteles mengenalkan dikssi sebagai   sarana menulis indah dan berbobot. Pemikiran dan gagasannya ia sebut puitis dan perkembangan selanjutnya disebut puisi.

Selanjutnya William Shakespeare  adalah sastrawan yang dikenal atas kepiawaiannya  menuliskan diksi dalam bentuk naskah drama.

“Kalo begitu diksi itu penting dong agar karya kita memiliki kualitas yang tinggi enak dibaca dan dapat menghadirkan keindahan”

Sense of Touch  adalah sebuah Teknik  menulis diksi dengan menggunakan sentuhan sebagai media mengungkaapkan rasa/jiwa. Sentuhan halus, kasar, dingin, panas,  lembut, licin) sesbagai beentuk kata dalam mengungkapkan jiwa.

“Mengayuh perahu”

Kalimat diatas akan lelbih indah jika ditulis dengan Teknik sense touch sehingga kalimatnya menjadi:

 Pagi yang hening berselimut kabut menerpah kulit. Dingin menikam lembut dengan perasaan penuh harap Rini mengayu perahunya menembus dingin.

Sense of smell merupakan Teknik diksi dengan menghadirkan suasana melalui aroma yang dapat membangkitkan imajinasi pembaca. Indra penciuman sngat kuat dalam membangkitkan kenangan dan emosi sehingga tulisan akan lebih hidup dan bermakna, nyata dan menyentuh.

“Aroma melati itu membawaku  pada kenangan Ketika ibu memeluk aku setiap pulang dari sekolah”

Sense of Taste adalah Teknik diksi dengan menghadirkan pengalaman melalui rasa di lidah,  sehingga pembaca  merasakan suasana yang ditulis

“Jamu yang diminum Tono pahitnya terasa melekat di lidah sampai beberapa waktu”

Sense of hearing  adalah Teknik diksi dengan menghadirkan suasana dengan menggunakan bunyi ataau keheningan sehingga pembaca dapat terbawa dengan suasana tersebut.

“Klakson mobil tronton berbunyi keras seakan memecahkan gendang telinga”

Penanya pertama dari Pak Fazar  dari Garut Jawa Barat Sesi selanjutnya adalah tanya jawab:

 

Apakah ada ketentuan bait untuk puisi ataukah bebas?

 Tidak ada ketentuan baku. Puisi bisa ditulis dengan bait dan jumlah baris tertentu, tapi juga bisa bebas tanpa pola (ini disebut puisi bebas). Jadi penyair punya kebebasan penuh untuk menentukan bentuknya.

Rima dan sebagainya diaturkah dalam puisi?

Rima (persamaan bunyi) memang sering dipakai agar puisi indah dan ritmis, tapi tidak wajib. Banyak puisi modern tidak menggunakan rima, melainkan lebih menekankan pada imaji, makna, dan kekuatan Diksi.

Apakah baris puisi dibatasi?

Tidak dibatasi. Baris puisi bisa pendek sekali (hanya satu kata) atau panjang hingga satu kalimat penuh. Yang penting adalah keserasian dan kekuatan ekspresi yang ingin disampaikan.

Dan bahkan di Era modern ini, banyak sekali jenis puisi yang lebih kekinian seperti Puisi Telelet, Puisi Patidusa, dll.

Penanya berikutnya dari  Pak Agus

Tips agar pemula mampu berdiksi tanpa terkesan lebay adalah

1. Perbanyak membaca puisi, cerpen, novel, atau bahkan essai

2. Kenali Nuansa KataKata yang mirip belum tentu sama maknanya.

Misal: sunyi ≠ sepi, merintih ≠ menangis.

3. Berlatih mengganti kata Biasa dengan kata yang puitis contohnya:Kalimat biasa: “Aku sedih karena ditinggal.”

Dengan diksi: “Aku merintih dalam sunyi ketika jejakmu hilang.”

4. Perhatikan irama dan Bunyi. Usahakan setiap kata yang dipilih harus enak diucapkan.

Seperti kata: Membaca, bisa kita ganti dengan Merapal.

Penanya berikutnya dari Bunda Fannie.

Saya jawab pertanyaan Bunda Fannie satu per satu ya, biar jelas dan mudah dipahami:

1. Bagaimana penggunaan majas dalam puisi?

Majas adalah gaya bahasa kiasan untuk memperindah puisi.Fungsinya membuat puisi lebih hidup, imajinatif, dan menyentuh perasaan pembaca.

Contoh penggunaan:

Metafora: “Hatinya samudra luas” → hati diibaratkan samudra.

Hiperbola: “Tangisku mengguncang langit” → dilebih-lebihkan.

Personifikasi: “Rembulan tersenyum di balik awan” → benda mati diberi sifat manusia.

 2 Analisis dalam struktur puisi itu apa sajakah?

Struktur puisi biasanya dianalisis dalam dua sisi:

 Struktur Fisik (luar):Diksi (pilihan kata),Majas (gaya bahasa), Tipografi (tata letak puisi di halaman),Rima/Irama (persajakan & musikalitas), Imaji (gambaran pancaindra)

Struktur Batin (dalam): Tema (pokok pikiran puisi), Perasaan (emosi penyair yang ditampilkan), Nada & Suasana (sikap penyair & rasa yang ditangkap pembaca).

Kesimpulan

Diksi itu padanan kata bukan majas

Ada 4 langkah jitu untuk menghasilkan diksi yang menarik:

1.      Sense of Touch

2.      Sense of Smell

3.      Sense of Taste

4.      Sense of hearing

Penutup

Diksi bukan sekadar kata, melainkan jendela rasa yang membuka jalan menuju keindahan makna

Dengan diksi yang tepat, kata sederhana pun bisa menjelma menjadi karya luar biasa

Jadi, jangan ragu untuk menulis dengan Diksi yang indah

 

 

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...