BERANDA

Rabu, 27 Agustus 2025

Memotivasi Diri Menulis

 

Judul                   : Memotivasi Diri Menulis

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 9

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Senin, 25 Agustus 2025

Tema                  : Menulis Itu Mudah

Narasumber       : Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi.

Moderator         : Muliadi



“Menulis itu Mudah” semudah mengalirkan air dari ketinggian ke tempat rendah, jika sudah mulai mengalir tak akan putus. Maka semudah itulah menulis mengalirkan ide, gagasan, perasaan  dan pengalaman terbaik.

Menulis itu diibaratkan candu semakin kita membiasakan diri menulis setiap waktu maka akan semakin menjadikan sebagai kebutuhan. Ada perasan kurang lengkap jika dalam sehari tidak menulis.

Banyak orang berpendapat bahwa menulis itu sulit, sepertinya pendapat ini hanya berlaku pada orang yang tidak mau memulai. Untuk mengikis pendapat tersebut maka mulailah menulis dengan menuangkan ide-ide sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menulis berarti kita telah meninggalkan riwayat yang akan dikenang sepanang waktu dan yang lebih membanggakan lagi dapat menginspirasi banyak orang dengan wawasan baru yang kita tuliskan.

“Mengapa menulis itu penting?

Menurut moderator hebat kita pada malam hari ini Bapak Muliadi, setidaknya ada tiga hal yang membuat menulis itu penting.

Pertama dengan menulis itu berarti kita membiasakan diri menuangkan ide-ide yang ada dalam benak dan pikiran sehingga ide-ide itu akan terus bersirkulasi melahirkan ide-ide terbarukan. Ide itu sifatnya tidak permanen manakalah tidak didokumentasikan dalam bentuk tulisan maka akan hilang dan sulit lagi memeunculkannya.

Kedua, menulis itu merupakan salah satu bentuk berbagi dari sekian banyak bentuk berbagi yang ada. Dengan menulikan ide, gagasan, perasaan dan pengalaman baik yang kita alami akan menjadi inspirassi bagi orang lain yang membaca tulisan itu. Meskipun seorang penulis telah tiada maka dia akan tetap hidup di hati para pembacanya, “Luar bias bukan?

Dan ketiga, bahwa menulis itu merupakan aktifitas pisik yang melibatkan dialog psikis jiwa dan imajinasi yang ada dalam benak dan perasaan. Dengan menulis kita belajar memahami apa yang dirasakan dan mengekspresikan dalam bentuk susunan kata dan kalimat. Menulis itu menjadikan kita terbiasa menuangkan perasaan sehingga pemikiran, ide yang kita miliki semakin tertata.

Demikianlah kata-kata motivasi dari sang moderator hebat kita pada malam kesembilan ini dan selanjutnya untuk mendalami lebih jauh lagi tentang tema ini mari kita ikuti sampai tuntas Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI yang menghadirkan Narasumber hebat yaitu Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Beliau adalah seorang akademisi sekaligus penulis produktif yang telah melahirkan banyak karya.

Omjay pernah berkata bahwa menulis itu adalah jalan hidup. Menjadi pribadi yang baik ataukah pribadi yang tidak baik merupakan pilihan hidup. Pribadi yang baik tidak diperoleh begitu saja, namun melalui proses panjang dan berkesinambungan. Banyak tantangan, cobaan, dan berbagai kesulitan lainnya yang menghadang. Salah satu proses yang mudah dilalui untuk mewujudkan pribadi yang baik adalah dengan cara menulis.

Menulis itu mudah meskipun  untuk mengahsilkan tulisan dibutuhkan beberapa ketentuan, menurut Narasumber ketentuan tersebut meliputi:

1.     Menulis sesuatu hal atau peristiwa yang kita alami sendiri. Alur tulisan yang lahir dari hal yang kita alami sendiri rangkaian kata dan kalimatnya akan mengalir dengan sendirinya. Ide dan alur tulisan akan terus berkembang mengikuti alur peristiwa yang telah dijalani.

2.     Memiliki kebiasaan menulis. Pekerjaan yang sama sekali belum pernah kita lakukan biasanya sangat berat untuk memulainya. Demikian juga dalam hal menulis awal-awalnya susah, berat, canggung dan perlu kekuatan untuk memulainya. Pengalaman sebagian besar penulis bahwa untuk memulai menulis itu perlu memang dipaksa-paksa. Dari pola pikir dipaksa jika sudah terbiasa akahirnya berubah menjadi sebuah kebiasaan.

3.     Menulis dari tema yang telah dikuasai.  Tema yang dikuasai bisanya disesuaikan dengan  pekerjaan yang dilakoni sehari-hari. Jika seseorang berprofesi sebagai pendidik maka tema yang baik ditulis adalah tema-tema yang berhubungan dengan  pendidikan. Maka kemudian profesi atau pekerjaan keseharian merupakan tema yang mudah ditulis namun tidak menutup kemungkinan memiliki kemampuan menulis di luar dari bidangnya.

4.     Komitmen. Ketentuan 1 sampai 3 akan dikuatkan dengan komitmen. Meskipun seseorang telah menguasai ketiga ketentuan di atas harus dibarengi dengan komitmen. Tanpa komitmen semuanya tidakada artinya. Salah satu cara untuk  memelihara komitmen  adalah dengan cara menentukan menulis 20 menit sebagai bentuk memelihara komitmen.

Selanjutnya jika tertarik untuk menulis artikel jurnal sebaiknya banyak membaca artikel jurnal. Deengan banyak membaca artikel jurnal seorang penulis akan mendapatkan banyak wawasan sehingga pada saat menulis artikel menjadi mudah.

Ada beberapa manfaat membaca artikerl jurnal yaitu

1.      Menambah wawasan baru, karena artikel jurnal itu merupakan laporan penelitian sehingga datanya akurat dan merupakan laporan penelitian terbaru.

2.      Kedua dengan membaca jurnal berarti kita mengetahui ruang kosong yang dapat diajadikan sebagai bahan penelitian selanjutnya. Data yang tersaji menjadi data awal bagi peneliti-peneliti selanjutnya.

3.      Deengan membaca jurnal berarti akan memunculkan inspirasi bagi pembaca utamanya pada bagian rekomendasi hasil penelitian.

Sebagai contoh ketekunan membaca adalah pengalaman seorang penulis Aveus Har. Beliau awalnya bukanlah sesorang penulis akan tetapi memiliki hobi membaca. Karena begitu hobinya membaca pada akhirnya dia menyalurkan wawasan dengan menulis sampai-samapai dia dinobatkan sebagai penulis cerpen terbiaik Kompas 2023.

Pengalaman dan prestasi Avius Har ini cukuplah menjadi pelajaran bagi kita bahwa betapa pentingnya proses membaca dilakukan. “Apa yang mau ditulis jika kita sendiri miskin wawasan”

Proses membaca jurnal diawali dengan mencari jurnal sesuai dengan jenis jurnal yang dituju. Setelah diperoleh jurnal yang dituju maka mulai dengan membaca jurnal ke jurnal secara tekun. Langkah ini akan memudahkan kita untuk melakukan tahapan ATM, amati, tiru dan modifikasi.

Membaca berbgai jurnal itu merupakan proses amati, setiap jurnal memiliki kekhasan masing-masing. Seorang penulis bisa saja menuliskan kembali jurnal tersebut dengan gaya kepenulisan yang dimiliki.

Proses ini hendaknya dijalankan dengan penuh ketekunan sampai pada akhirnya menghasilkan jurnal yang baik.

Ada bebera[a tips menulis jurnal:

1.      Banyak membaca, dengan banyak membaca jurnal secara otomatis akan bertambah wawasan ssseorang terkait dengan tema jurnal yang menjadi tujuannya.

2.      Menikmati prosesnya,

3.      Harus jelas mau mengirim artikel ke jurnal mana. Dengan mengunjungi web sinta yang tersaji banyak jenis jurnal di dalamnya, selanjutnya baca jurnal-jurnal tersebut dan tentukan jurnal tujuan. Kunjungi secara rutin jurnal tersebut untuk lebih mendalami isinya dan gaya kepenulisannya.

4.      Jika sudah mengirim dan ditolak maka pelajari secar cermat penyebab ditolaknya jurnal tersebut.

Kesimpulan

Pengembangan tema sebuah jurnal dapat dilakukan dengan langkah sedrhana yaitu Persolan, Tantangan, peluang dan strategi. Keempat hal tersebut tinggal diurai satu persatu dengan gaya bahasa dan kepenulisan sendiri.

Menulis jurnal itu lebih sulit ketimbang menulis artikel lepas. Artikel jurnal itu merupakan laporan hasil penelitian yang prosedur, data dan Teknik penoglahannya sudah mengikuti prosedur ilmiah. Hendaknya tidak menunda feedback dari reviewer segera ditindak lanjuti untuk diperbaiki.

Penutup

Dari materi yang disampaikan kita semakin yakin bahwa kebiasaan baik sering lahir dari sesuatu yang awalnya terasa berat. Jika kita terus berproses, maka paksaan akan berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan berubah menjadi kebutuhan. Semoga semangat menulis ini bisa terus tumbuh dan menginspirasi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...