Judul :
Memotivasi Diri Menulis
Penyusun :
Agus Salen
Resume
ke : 9
Gelombang :
33
Hari/Tanggal : Senin,
25 Agustus 2025
Tema :
Menulis Itu Mudah
Narasumber :
Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi.
Moderator :
Muliadi
“Menulis itu Mudah” semudah mengalirkan air
dari ketinggian ke tempat rendah, jika sudah mulai mengalir tak akan putus.
Maka semudah itulah menulis mengalirkan ide, gagasan, perasaan dan pengalaman terbaik.
Menulis itu diibaratkan candu semakin kita
membiasakan diri menulis setiap waktu maka akan semakin menjadikan sebagai
kebutuhan. Ada perasan kurang lengkap jika dalam sehari tidak menulis.
Banyak orang berpendapat bahwa menulis itu
sulit, sepertinya pendapat ini hanya berlaku pada orang yang tidak mau memulai.
Untuk mengikis pendapat tersebut maka mulailah menulis dengan menuangkan
ide-ide sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menulis berarti kita telah
meninggalkan riwayat yang akan dikenang sepanang waktu dan yang lebih
membanggakan lagi dapat menginspirasi banyak orang dengan wawasan baru yang
kita tuliskan.
“Mengapa menulis itu penting?
Menurut moderator hebat kita pada malam
hari ini Bapak Muliadi, setidaknya ada tiga hal yang membuat menulis itu
penting.
Pertama dengan menulis itu berarti kita
membiasakan diri menuangkan ide-ide yang ada dalam benak dan pikiran sehingga
ide-ide itu akan terus bersirkulasi melahirkan ide-ide terbarukan. Ide itu
sifatnya tidak permanen manakalah tidak didokumentasikan dalam bentuk tulisan
maka akan hilang dan sulit lagi memeunculkannya.
Kedua, menulis itu merupakan salah satu
bentuk berbagi dari sekian banyak bentuk berbagi yang ada. Dengan menulikan
ide, gagasan, perasaan dan pengalaman baik yang kita alami akan menjadi
inspirassi bagi orang lain yang membaca tulisan itu. Meskipun seorang penulis
telah tiada maka dia akan tetap hidup di hati para pembacanya, “Luar bias
bukan?
Dan ketiga, bahwa menulis itu merupakan
aktifitas pisik yang melibatkan dialog psikis jiwa dan imajinasi yang ada dalam
benak dan perasaan. Dengan menulis kita belajar memahami apa yang dirasakan dan
mengekspresikan dalam bentuk susunan kata dan kalimat. Menulis itu menjadikan
kita terbiasa menuangkan perasaan sehingga pemikiran, ide yang kita miliki
semakin tertata.
Demikianlah kata-kata motivasi dari sang
moderator hebat kita pada malam kesembilan ini dan selanjutnya untuk mendalami
lebih jauh lagi tentang tema ini mari kita ikuti sampai tuntas Kelas Belajar
Menulis Nusantara (KBMN) PGRI yang menghadirkan Narasumber hebat yaitu Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Beliau adalah seorang akademisi sekaligus
penulis produktif yang telah melahirkan banyak karya.
Omjay pernah berkata bahwa menulis itu adalah jalan hidup. Menjadi pribadi
yang baik ataukah pribadi yang tidak baik merupakan pilihan hidup. Pribadi yang
baik tidak diperoleh begitu saja, namun melalui proses panjang dan
berkesinambungan. Banyak tantangan, cobaan, dan berbagai kesulitan lainnya yang
menghadang. Salah satu proses yang mudah dilalui untuk mewujudkan pribadi yang
baik adalah dengan cara menulis.
Menulis itu mudah meskipun untuk
mengahsilkan tulisan dibutuhkan beberapa ketentuan, menurut Narasumber
ketentuan tersebut meliputi:
1. Menulis sesuatu hal atau peristiwa yang
kita alami sendiri. Alur tulisan yang lahir dari hal yang kita alami sendiri
rangkaian kata dan kalimatnya akan mengalir dengan sendirinya. Ide dan alur
tulisan akan terus berkembang mengikuti alur peristiwa yang telah dijalani.
2. Memiliki kebiasaan menulis. Pekerjaan yang
sama sekali belum pernah kita lakukan biasanya sangat berat untuk memulainya.
Demikian juga dalam hal menulis awal-awalnya susah, berat, canggung dan perlu
kekuatan untuk memulainya. Pengalaman sebagian besar penulis bahwa untuk
memulai menulis itu perlu memang dipaksa-paksa. Dari pola pikir dipaksa jika sudah
terbiasa akahirnya berubah menjadi sebuah kebiasaan.
3. Menulis dari tema yang telah dikuasai. Tema yang dikuasai bisanya disesuaikan
dengan pekerjaan yang dilakoni sehari-hari.
Jika seseorang berprofesi sebagai pendidik maka tema yang baik ditulis adalah
tema-tema yang berhubungan dengan pendidikan. Maka kemudian profesi atau
pekerjaan keseharian merupakan tema yang mudah ditulis namun tidak menutup
kemungkinan memiliki kemampuan menulis di luar dari bidangnya.
4. Komitmen. Ketentuan 1 sampai 3 akan
dikuatkan dengan komitmen. Meskipun seseorang telah menguasai ketiga ketentuan
di atas harus dibarengi dengan komitmen. Tanpa komitmen semuanya tidakada
artinya. Salah satu cara untuk
memelihara komitmen adalah dengan
cara menentukan menulis 20 menit sebagai bentuk memelihara komitmen.
Selanjutnya jika tertarik
untuk menulis artikel jurnal sebaiknya banyak membaca artikel jurnal. Deengan
banyak membaca artikel jurnal seorang penulis akan mendapatkan banyak wawasan
sehingga pada saat menulis artikel menjadi mudah.
Ada beberapa manfaat membaca
artikerl jurnal yaitu
1.
Menambah
wawasan baru, karena artikel jurnal itu merupakan laporan penelitian sehingga
datanya akurat dan merupakan laporan penelitian terbaru.
2.
Kedua dengan
membaca jurnal berarti kita mengetahui ruang kosong yang dapat diajadikan
sebagai bahan penelitian selanjutnya. Data yang tersaji menjadi data awal bagi
peneliti-peneliti selanjutnya.
3.
Deengan
membaca jurnal berarti akan memunculkan inspirasi bagi pembaca utamanya pada
bagian rekomendasi hasil penelitian.
Sebagai contoh ketekunan
membaca adalah pengalaman seorang penulis Aveus Har. Beliau awalnya bukanlah
sesorang penulis akan tetapi memiliki hobi membaca. Karena begitu hobinya membaca
pada akhirnya dia menyalurkan wawasan dengan menulis sampai-samapai dia dinobatkan
sebagai penulis cerpen terbiaik Kompas 2023.
Pengalaman dan prestasi Avius
Har ini cukuplah menjadi pelajaran bagi kita bahwa betapa pentingnya proses
membaca dilakukan. “Apa yang mau ditulis jika kita sendiri miskin wawasan”
Proses membaca jurnal diawali
dengan mencari jurnal sesuai dengan jenis jurnal yang dituju. Setelah diperoleh
jurnal yang dituju maka mulai dengan membaca jurnal ke jurnal secara tekun. Langkah
ini akan memudahkan kita untuk melakukan tahapan ATM, amati, tiru dan
modifikasi.
Membaca berbgai jurnal itu
merupakan proses amati, setiap jurnal memiliki kekhasan masing-masing. Seorang
penulis bisa saja menuliskan kembali jurnal tersebut dengan gaya kepenulisan
yang dimiliki.
Proses ini hendaknya dijalankan
dengan penuh ketekunan sampai pada akhirnya menghasilkan jurnal yang baik.
Ada bebera[a tips menulis
jurnal:
1.
Banyak
membaca, dengan banyak membaca jurnal secara otomatis akan bertambah wawasan ssseorang
terkait dengan tema jurnal yang menjadi tujuannya.
2.
Menikmati
prosesnya,
3.
Harus
jelas mau mengirim artikel ke jurnal mana. Dengan mengunjungi web sinta yang
tersaji banyak jenis jurnal di dalamnya, selanjutnya baca jurnal-jurnal
tersebut dan tentukan jurnal tujuan. Kunjungi secara rutin jurnal tersebut
untuk lebih mendalami isinya dan gaya kepenulisannya.
4.
Jika
sudah mengirim dan ditolak maka pelajari secar cermat penyebab ditolaknya
jurnal tersebut.
Kesimpulan
Pengembangan tema sebuah
jurnal dapat dilakukan dengan langkah sedrhana yaitu Persolan, Tantangan,
peluang dan strategi. Keempat hal tersebut tinggal diurai satu persatu dengan
gaya bahasa dan kepenulisan sendiri.
Menulis jurnal itu lebih
sulit ketimbang menulis artikel lepas. Artikel jurnal itu merupakan laporan
hasil penelitian yang prosedur, data dan Teknik penoglahannya sudah mengikuti
prosedur ilmiah. Hendaknya tidak menunda feedback dari reviewer segera ditindak
lanjuti untuk diperbaiki.
Penutup
Dari materi yang disampaikan
kita semakin yakin bahwa kebiasaan baik sering lahir dari sesuatu yang awalnya
terasa berat. Jika kita terus berproses, maka paksaan akan berubah menjadi
kebiasaan, dan kebiasaan akan berubah menjadi kebutuhan. Semoga semangat
menulis ini bisa terus tumbuh dan menginspirasi kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar