BERANDA

Senin, 22 September 2025

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 19

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Rabu, 17 September  2025

Tema                  : Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital

Narasumber       : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr, CPS., CPPS.,C.Ed., MEP. (Mr. Bams)

Moderator         : Ahmad Soleh, S.Pd.Gr.

Membaca dan menulis diidentikkan dengan literasi, padahal sesungguhnya literasi itu bukan cuma membaca dan menulis namun lebih dari itu. Memahami, menganalisis dan menggkritisi sebuah berita juga merupakan aktifitas literasi.

Pada era digital sekarang ini literasi berkembang sangat pesat. Setiap orang akan dengan mudah mengakses informasi terkini meskipun berada di daerah terpencil sekalipun. Hal ini disamping memberikan kemudahan juga menimbulkan akses negatif bagi generasi muda. Karena itu perlu kepedulian untuk membekali generasi muda dengan kemampuan literasi yang kritis, adaptif dan inovatif. Sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang familiar dengan perangkat digital cerdas, inovatif, dan kreatif dalam berliterasi.

Narasumber kita kali ini benar-benar memiliki jejak literasi di sekolah yang luar biasa, beliau memiliki gelar non akademik yang panjang seputar literasi.

Bambang Purwanto, S.Kom, Gr, CPS., CPPS.,C.Ed., MEP. (Mr. Bams) beliau mengawali materi malam hari ini dengan mengenalkan literasi SMP Taruna Bakti. Literasi  di sekolah itu dimulai sejak diloncingnya literasi sekolah oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai saat ini budaya literasi di sekolah tersebut masih konsisten dilaksanakan.

Tim literasi terdiri dari:

1.     Penanggung jawab dalam hal ini kepala sekolah

2.     Tim literasi mencakup koordinator dan anggota

Kegiatan literasi terdiri dari kegiatan harian, kegiatan bulanan, dan literasi khusus. Kegiatan harian memiliki tema yang berbeda-beda setiap harinya. Hari Senin membaca kitab suci, hari selasa cerita pagi, hari Rabu membaca buku pilihan, hari kamis seputar kata, kalimat dan angka, dan hari Jum’at  curhat dan cerita bebas.

Literasi  bulanan mulai hari Senin – Jum’at kegiatannya berupa membaca buku pilihan, Setiap siswa membaca buku pilihannya  dan dilakukan di lapangan secara bergilir untuk setiap Angkatan.

Literasi khusus berupa kegiatan-kegiatan yang sifatnya tematik seperti :

1.     Readathon adalah aktifitas literasi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar nasional, Kegiatannya berupa membaca secara serentak seluruh siswa.

2.     Kecepatan Efektif Membaca (KEM) yaitu  mengukur kecepatan membaca setiap siswa dilakukan sekali dalam satu tahun, Membaca selama 1 – 2 menit.

3.     Tantangan karya literasi (Karya Literasi) adalah. Setiap siswa ditantang untuk membuat karya literasi seperti puisi, cerpen, pentigraf, dan pantun atau video cerita pagi). Kegiatan ini dilaksanakan di akhir semester.

4.     Poin Literasi (Politera) yaitu setelah siswa melaksanakan literasi diminta untuk mengimput nya. Setiap inputan akan mendapatkan poin literasi bulanan.

5.     Laporan literasi berupa informasi yang diberikan kepada orang tua siswa atas aktifitas anaknya melakukan literasi di sekolah. Dilakukan pada saat kegiatan bulanan dan akhir semester.

6.     Duta literasi ditentukan tiga terbaik laporan literasi saat kenaikan kelas.

 


Pengembangan literasi di sekolah dimulai dari kelas ke kelas memeriksa siapa siswa yang sudah emmbaca buku. Saat covid melanda pembelajaran dilakukan dengan online, materi disipakan melalui Gform dan literasi dapat dilakukan meskipun keadaan dilanda covid.

Sebelum mengembangkan literasi di sekolah Mr Barm mengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) dengan nama TBM Lebak  Wangi.

Literasi itu ujungnya merupakan sebuah pemberdayaan. Orang akan lebih berdaya ketika memiliki kemampuan literasi yang kuat.  Dari hal-hal kecil kita dapat melatih diri untuk berliterasi seperti memfoto situasi atau lingkungan sekolah kemudian ditambah dengan tulisan.

Sebuah inovasi dikembangkan oleh Mr Barm sebagai motivsi dikembangkanlah celengan literasi. Setiap selesai membaca buku siswa menuliskan  di kertas kecil  meliputi judul buku yang dibaca, kapan mulai baca dibaca,  dan kapan selesai dibaca. Kertas tersebut digulung kemudian dimasukkan ke dalam botol.   Setelah tiga bulan celengan itu dibuka isinya sekaligus bisa menjadi data base literasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...