Judul :
Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah
Penyusun :
Agus Salen
Resume
ke : 19
Gelombang :
33
Hari/Tanggal : Rabu,
17 September 2025
Tema :
Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital
Narasumber :
Bambang Purwanto, S.Kom, Gr, CPS., CPPS.,C.Ed., MEP. (Mr. Bams)
Moderator :
Ahmad Soleh, S.Pd.Gr.
Membaca dan menulis diidentikkan dengan literasi, padahal sesungguhnya
literasi itu bukan cuma membaca dan menulis namun lebih dari itu. Memahami,
menganalisis dan menggkritisi sebuah berita juga merupakan aktifitas literasi.
Pada era digital sekarang ini literasi berkembang sangat pesat. Setiap
orang akan dengan mudah mengakses informasi terkini meskipun berada di daerah
terpencil sekalipun. Hal ini disamping memberikan kemudahan juga menimbulkan
akses negatif bagi generasi muda. Karena itu perlu kepedulian untuk membekali
generasi muda dengan kemampuan literasi yang kritis, adaptif dan inovatif.
Sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang familiar dengan perangkat
digital cerdas, inovatif, dan kreatif dalam berliterasi.
Narasumber kita kali ini benar-benar memiliki jejak literasi di sekolah
yang luar biasa, beliau memiliki gelar non akademik yang panjang seputar
literasi.
Bambang Purwanto, S.Kom, Gr, CPS., CPPS.,C.Ed., MEP. (Mr. Bams) beliau
mengawali materi malam hari ini dengan mengenalkan literasi SMP Taruna Bakti.
Literasi di sekolah itu dimulai sejak
diloncingnya literasi sekolah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai saat
ini budaya literasi di sekolah tersebut masih konsisten dilaksanakan.
Tim literasi terdiri dari:
1.
Penanggung jawab dalam hal ini kepala
sekolah
2.
Tim literasi mencakup koordinator dan anggota
Kegiatan literasi terdiri dari kegiatan harian, kegiatan bulanan, dan literasi khusus. Kegiatan harian memiliki tema yang berbeda-beda setiap harinya. Hari Senin membaca kitab suci, hari selasa cerita pagi, hari Rabu membaca buku pilihan, hari kamis seputar kata, kalimat dan angka, dan hari Jum’at curhat dan cerita bebas.
Literasi bulanan mulai hari Senin – Jum’at
kegiatannya berupa membaca buku pilihan, Setiap siswa membaca buku
pilihannya dan dilakukan di lapangan
secara bergilir untuk setiap Angkatan.
Literasi khusus berupa kegiatan-kegiatan yang sifatnya tematik seperti :
1.
Readathon adalah aktifitas literasi yang
dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar nasional, Kegiatannya
berupa membaca secara serentak seluruh siswa.
2.
Kecepatan Efektif Membaca (KEM) yaitu mengukur kecepatan membaca setiap siswa
dilakukan sekali dalam satu tahun, Membaca selama 1 – 2 menit.
3.
Tantangan karya literasi (Karya Literasi)
adalah. Setiap siswa ditantang untuk membuat karya literasi seperti puisi,
cerpen, pentigraf, dan pantun atau video cerita pagi). Kegiatan ini
dilaksanakan di akhir semester.
4.
Poin Literasi (Politera) yaitu setelah
siswa melaksanakan literasi diminta untuk mengimput nya. Setiap inputan akan
mendapatkan poin literasi bulanan.
5.
Laporan literasi berupa informasi yang
diberikan kepada orang tua siswa atas aktifitas anaknya melakukan literasi di
sekolah. Dilakukan pada saat kegiatan bulanan dan akhir semester.
6.
Duta literasi ditentukan tiga terbaik
laporan literasi saat kenaikan kelas.
Pengembangan literasi di sekolah dimulai dari kelas ke kelas memeriksa
siapa siswa yang sudah emmbaca buku. Saat covid melanda pembelajaran dilakukan
dengan online, materi disipakan melalui Gform dan literasi dapat dilakukan
meskipun keadaan dilanda covid.
Sebelum mengembangkan literasi di sekolah Mr Barm mengelola Taman Baca Masyarakat
(TBM) dengan nama TBM Lebak Wangi.
Literasi itu ujungnya merupakan sebuah pemberdayaan. Orang akan lebih
berdaya ketika memiliki kemampuan literasi yang kuat. Dari hal-hal kecil kita dapat melatih diri
untuk berliterasi seperti memfoto situasi atau lingkungan sekolah kemudian
ditambah dengan tulisan.
Sebuah inovasi dikembangkan oleh Mr Barm sebagai motivsi dikembangkanlah celengan
literasi. Setiap selesai membaca buku siswa menuliskan di kertas kecil meliputi judul buku yang dibaca, kapan mulai
baca dibaca, dan kapan selesai dibaca.
Kertas tersebut digulung kemudian dimasukkan ke dalam botol. Setelah tiga bulan celengan itu dibuka isinya
sekaligus bisa menjadi data base literasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar