BERANDA

Rabu, 06 Agustus 2025

“Menulis Setiap Hari dengan Bantuan Kecerdasan Buatan: Kisah Perjuangan Omjay”

 

Resume 1

Oleh Agus Salen, S.Pd., M.Si.

Kepala SMPN 4 Maritengngae, peserta KBMN gelombang 33

Di malam yang cukup hening tepat jarum jam menunjukan pukul 20.00 Wita tanggal 6 Agustus 2025 saya bersama dengan  peserta lainnya serius tapi santai mengikuti materi hari pertama pada Kelas Belajar Menulis Nasional Gelombang 33 dengan tema Menulis setiap Hari dengan Bantuan Kecerdasan Buatan (AI)

"Omjay dan Pena Digitalnya"

Di tengah rutinitas mengajar di salah satu sekolah negeri di Bekasi, seorang guru TIK yang sederhana dan bersahaja—Omjay—memilih untuk melakukan hal yang tak banyak guru lakukan: menulis setiap hari. Bukan karena ia punya banyak waktu, bukan pula karena tulisannya selalu sempurna, tapi karena ia percaya, "Jika kita tak menulis, kita akan dilupakan sejarah."

Namun, seiring usia yang bertambah dan tugas sebagai guru, narasumber, hingga penggerak komunitas literasi yang makin padat, Omjay menghadapi tantangan. Waktu untuk menulis semakin terbatas, ide terasa macet, dan energi sering terkuras. Tapi ia tidak menyerah.

Suatu malam, saat membuka laptop untuk menulis di blog pribadinya, Omjay mengenal sebuah alat baru: kecerdasan buatan. Ia tersentak kagum ketika melihat bagaimana AI bisa membantu membuat kerangka tulisan, menyarankan judul yang menarik, bahkan menyunting paragrafnya dengan cepat. Tapi bukan itu yang membuatnya terpukau—melainkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh para guru di seluruh Indonesia.

Sejak saat itu, ia tak hanya menulis dengan lebih lancar, tetapi juga mulai mengajar para guru lain cara menulis setiap hari dengan bantuan AI. Ia mengubah paradigma: bukan AI menggantikan manusia, tapi AI memperkuat suara hati guru.

“Kita tidak perlu takut dengan teknologi. Justru kita harus memanfaatkannya untuk memperkuat pendidikan dan memperluas jangkauan tulisan kita,” ujarnya dalam sebuah pelatihan daring yang diikuti lebih dari 1.000 guru.

Dalam sesi-sesi pelatihan itu, Omjay membimbing guru-guru membuat blog pribadi, mengajak mereka menulis refleksi harian, lalu menyempurnakannya bersama AI. Tidak jarang, peserta yang awalnya takut menulis, kini bisa menghasilkan buku antologi bersama—semua berawal dari keberanian mencoba dan dorongan dari Omjay.

Kini, meski usianya tak lagi muda, semangat Omjay tetap menyala. Setiap pagi, ia bangun dengan satu tujuan: menulis dan mengajak orang lain untuk menulis. Dengan laptop di hadapan dan AI sebagai teman seperjalanan, ia terus menulis kisah inspiratif dari ruang kelas, dari dunia guru, dari kehidupan nyata.

Menulis setiap hari sebenarnya sebuah kalimat yang menurut orang awam adalah pekerjaan yang teramat susah untuk dilakukan, terlebih lagi bagi orang yang selama ini tidak terbiasa menulis. Berpikir menulis saja sssudah susaah dibayangkan apalagi menulis setiap hari. Namun setelah membaca kisah inspirasi Omjay ini rasa-rasanya menulis setiap hari sangat mudah dilakukan.

Pesan Omjay:

"Jangan tunggu sempurna untuk mulai menulis. Mulailah sekarang. Jika lelah, biarkan AI membantumu, tapi jangan berhenti. Karena tulisanmu adalah cahaya bagi orang lain."


Akhir Kisah

Omjay bukan sekadar guru. Ia adalah penjaga literasi, pelita di zaman digital, dan bukti bahwa satu guru yang menulis dengan konsisten bisa menginspirasi ribuan guru lainnya. Dengan atau tanpa kecanggihan AI, Omjay menunjukkan bahwa niat baik, kemauan berbagi, dan semangat belajar adalah kunci perubahan.

10 komentar:

  1. Wah......keren pak...semangat lanjutkan hingga tuntas yha...sebaiknya cantumkan. Flyer dan data lengkap nama Narsum, moderator dan hati tanggal juga yha sebagai dokumen 👍

    BalasHapus
  2. Mantap artikelnya dan twrima kasih sudah menuliskannya

    BalasHapus
  3. Mantap Pak Agus ...
    Semoga kami, peserta lainnya bisa mengikuti, menyerap ilmu dan menyelesaikan tantangan dalam kelas ini dengan baik.

    BalasHapus
  4. Resume perdana yang memukau. Poin-poin penting tersampaikan dengan baik. Sebagai masukan, jangan lupa unggah flyer dan identitas wajib seperti Nama Narsum, pertemuan keberapa, tanggal, tema materinya dan moderator yg bertugas menemani Narsum. Semangatnya terus ya

    BalasHapus
  5. Swmoga swmakin rajin menukis setiap hari

    BalasHapus

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...