BERANDA

Rabu, 06 Agustus 2025

Pengembangan Karakter Siswa melalui Budaya Pagi

 Oleh Agus Salen

Sidrap, 7 Agustus 2025



Pagi itu, langit cerah diterpah cahaya  matahari yang lembut seakan menyambut pagi yang penuh semangat dalam beraktifitas.. Semilir angin bertiup lembut menerpah bunga melatih membawa aroma semerbak semakin menambah semangat memulai hari. Kicauan burung  di pepohonan sekitar, seakan ikut menyambut kedatangan siswa yang mulai berdatangan satu per satu.

Siswa yang telah tiba di sekolah tanpa menunggu perintah mereka langsung melakukan aktifitas rutin di pagi hari dengan melakukan pembersihan di area sekolah yang menjadi tanggungjawabnya. Nampak dari kejauahan guru piket dengan sabar mengawasi, sambal sesekali memberikan instruksi agar aktifitas membersihkan dilakukan dengan efektif. Budaya pagi ceriah dan pagi bersih merupakan kebiasaan yang telah kami lakukan sejak lama. Budaya ini diharapkan akan menjadi kebiasaan positif anak-anak kita dimanapun berada.

Ditaman-taman sekolah siswa berkelompok melakukan pembersihan sambal menata, menyiram bunga-bunga yang tumbuh dan tertata apik di setiap sudut taman. Bunga segar dan beraneka rupa itu semakin menambah indah sekolah kami. Taman sekolah tersebut salah satunya merupakan karya guru bersama dengan siswa meskipun belum terlalu indah namun  mampu menghadirkan suasana nyaman di sekolah kami.

Di pintu masuk sekolah nampak guru piket menyapa siswa yang datang dengan senyum khas pendidik yang mampu memotivasi ssemangat siswa. Walaupun masih ada siswa yang datang terlambat tidak akan menguranngi semangat siswa kami melakukan kegiatan pembersihana. Kami terus berkreasi agar siswa yang terlambat terus berkurang dengan melakukan berbagai macam pembinaan secara terus menerus. Meskipun sekolah kami adalah sekolah ramah anak akan tetapi upayah pembinaan dan pendisiplinan tetap kami terapkan.

Budaya bersih telah selesai kini tiba gilirannya pelaksanaan apel pagi, siswa secara berggiliran bertindak sebagai pembina apel pagi. Siswa memberikan  sambutan di apel pagi tersebut sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Budaya ini bertujuan untuk membiasakan siswa menyampaikan ide, gagasannya di depan rekan-rekannya. Harannya dari budaya apel pagi ini siswa memiliki kemampuan yang baik dalam berbicara menyampaian gagasan.

Susana berganti setelah apel pagi siswa berlari menuju ruangan belajarnya masing-masing dibarengi dengan suara riuh. Guru yang mengajar juga tengah bersiap-siap menuju kelas yang menjadi tanggungjawabnya. Siswa terbagi dalam beberapa lokasi belajar ada di kela,s di lapangan di kebun sekolah, melakukan pembelajran praktek di laboratorium IPA dan laboratorium TIK.

Susana dan aktifitas ini terus berjalan setiap harinya sehingga semua kegiatan terkoordinasi dengan baik. Selamat beraktifitas semoga pagi hari yang ceriah ini turut membawa suasana hati kita yang riang gembira menjalankan tugas dan tanggungjawab kita masing-masing. Demikian tulisan saya pagi ini semoga dapat menginspirasi sampai jumpa pada tulisan berikutnya.

2 komentar:

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...