AGUS SALEN
Sidrap, 29 Agustus 2025
Agendaku hari
ini cukup pada di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus tempat kami meneyelesaikan
program Doktoral pada Program Studi Pendidikan Ekonomi. Sekitar pukul 22.00
wita kami berangkat menuju Kota Makassar dengan menggunakan angkutan umum. Dalam benakku saat perjalanan ke Makassar telah
merancang tahapan kegiatan yang akan saya lakukan dalam satu hari itu. Kegiatan
mana yang perlu didahulukan sehingga tidak saling mengghambat kegiatan
berikutnya dan saya berharap semua rencan itu selesai dalam waktu satu hari.
Keesokan
harinyanya kami bangun subuh menunaikan sholat dan kemudian mematangkan kembali
rencana yang telah saya desain selama perjalanan. Sambil nyeruput kopi hitam
yang disuguhkan saya menyelesaikan dokumen yang masih memerlukan perbaikan
ringan. Tepat pukul 08.00 Wita saya tiba di Kampus UNM dan langsung menuju
loket layanan administrasi pasca sarjana.
“Wao, agenda yang
demikian padat” Sebanyak tujuh undangan untuk promotor, penguji, ketua prodi dan direktur pasa harus selesai saya
bagikan hari ini. Setelah mengecek satu demi satu undangan tersebut serta
memasukkan ke dalam amplop, saya segera menuju ke koperasi mahasiswa untuk
menggandakan proposal.
Karena koperasi
mahasiswa belum terbuka, maka saya ke kantin untuk sarapan pagi sambal memeriksa
ponsel kalau-kalau ada informasi penting yang harus ditindak lanjuti. Benar
saja, mata saya tertuju pada satu pesan pada grup PM 1A bahwa masih ada dua LK yang
belum rampung saya kumpulkan saat mengikuti diklat pembelajaran mendalam bagi
kepala sekolah.
Dengan sigap
saya membuka laptop sambil sesekali menyantap roti sebagai pengganti sarapan
pagi. Saya mencoba membuka dokumen LK yang telah saya buat untuk selanjutnya
dikirim kembali sesuai dengan LK yang belum selesai. Satu kesyukuran proses ini
berjalan lancar dan selesai dalam waktu singkat.Untung saja ada teman yang
berbaik hati bersedia membantu.
Dua aktifitas
selesai pada waktu bersamaan sarapan pagi dan menyelesaikan LK di LMS yang
belum terkirim. Selanjutnya saya bergegas menuju koperasi mahasiswa yang letaknya
tidak jauh dari tempat sarapan tadi.
Koperasi sudah
penuh oleh mahasiswa yang antri dengan keperluan yang berbeda-beda. Melihat koperasi
mahasiswa sepadat ini saya sempat ragu apakah pekerjaan saya bisa selesai sesuai
dengan tahapan yang telah saya rancang. Namun sikap optimisme seketika muncul bahwa
jika tekun berusaha dan pantang menyerah tujuan akan tercapai.
Saya lantas
mengabil barisan antrrian paling belakang, namun dalam waktu yang singkat
antrian saya semakin dekat dan tibalah
saatnya pelayanan untuk saya. “Harap
dibantu saya ingin menggandakan proposal ini sebanyak 7 rangkap sekaligus
dijilid antero,” kataku sambal membuka pembicaraan. ”Bisa Pak, tapi nanti sore
baru selesai”.
Karena pesanan
yang masuk pada hari itu tidak terlalu banyak sehingga penggandaan dan jilid
proposal diseretasi saya dapati diselesaikan sebelum waktu sholat Dhuhur. Selanjutnya undangan yang pertama saya
antarkan adalah undangan untuk Bapak Wadir I. Saat saya tanya ajudan beliau
ternyata sedang mengikuti rapat dinas, untung saja undangan beserta proposal bisa
dititip.
Undangan untuk
dua orang promotor saya antarkan langsung kepada yang bersangkutan sesuai
dengan tempat yang telah disepakati sebelumnya.
Kemudian undangan promotor yang lainnya saya antar ke rumahnya sesuai dengan
kesepakatan dengan beliau.
Undangan untuk
dua orang penguji langsung saya bawakan di fakultas ekonomi tempat beliau
bertugas. Karena kami ssudah
berkomunikasi sebelumnya maka undangan dan proposal langsung saya berikan. Sedangkan
undangan untuk satu orang penguji lainnya terpaksa saya harus menunggu sampai
beliau selesai rapat.
Semua undangan
dan proposal telah diterima oleh Wadir I, promotor, penguji sehingga praktis
masih tersisa satu undangan lagi yaitu undangan Kaprodi Pendidikan Ekonomi
Program Doktoral UNM. Setelah melakukan komunikasi dengan beliau undangan cukup
difotakan saja dan selanjutnya proposal akan menyusul saya antarkan.
Seluruh
aktifitas hari ini selesai sebelum sholat Ashar. Selanjutnya dengan diantar
oleh si Sulung saya menuju salah satu
kafe untuk bincang santai dan ngemil seadanya sambil menunggu jemputan pulang
ke daerah. Bangga dan syukur rasanya
urusan hari ini dapat terselesaikan dengan baik.

Luar biasa aktivitasnya pak
BalasHapus