BERANDA

Selasa, 09 September 2025

Mengenal Proofreading


Judul                   : Mengenal Proofreading

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 15

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Senin, 8 September  2025

Tema                  : Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber       : Susanto S.Pd

Moderator         : Sigit PN, SH.

Seperti biasanya kegiatan berlangsung selama dua jam dan terbagi dalam empat tahap yaitu  pembukaaan, paparan narasumber, tanya jawab dan penutup. Kelas menulis pada malam hari ini akan dibawakan oleh Bapak Susanto, S.Pd dengan tema  Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan. Kegiatan malam ini dipandu oleh moderator hebat kita, dia adalah Sigit PN, SH,

Narasumber hebat kita pada malam hari ini adalah seorang guru di SDN Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Saat ini tengah menempuh Pendidikan S2 di Universitas Muhammaddiyah Malang. Telah menerbitkan tiga buku solo yaitu Berani Menulis dalam 20 Hari (2020), resume hasil belajar di KBMN. Pijar Lentera Asa, Memoar Guru Pembelajar (2022) dan  Pelukan untuk Rindu, Deepublish (2024).

Beliau juga berhasil menerbitkan buku antologi bersama Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan judul buku Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi (2020), Senandung Guru 1 (2020) dan Membongkar Rahasia Menulis Ala Guru Blogger (2021).

Selain itu, juga berhasil menerbitkan beberapa buku antologi bersama komunitas menulis AISEI, rumah Virus Literasi dan penerbit Indi. Berhasil menjadi editor 14 naskah buku.

Proofreading itu merupakan tahap setelah tulisan selesai. Sebuah tulisan yang telah selesai ketika seroang penulis mulai berkreasi dilanjutkan sampaai semua ide atau gagasan selesai dituliskan.

Apakah proofreading itu?

Proofreading merupakan tahap paling akhir dari menulis yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan teks agar tidak lagi terjadi kesalahan sebelum dipublikasikan.

Hal-hal yang diperiksa mencakup kesalahan pengetikan (ejaan), penggunaan tanda baca, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah dan logika dari sebuah tulisan.

Typo terdiri dari empat jenis, yaitu:

1.   Typo insidental, kesalahan ketik cukup diperbaiki

2.   Typo individual merupakan kecendrungan  pribadi yang sering salah menuliskan kata yang sama

3.   Typo automatikal adalah koreksi dengan menggunakan aplikasi

4.   Typo konseptual merupakan kesalahan penulisan kata karena kekurangtahuan.

Ada tiga alasan melakukan proofreading sebelum menerbitkan naskah ilmiah yaituL

1.   Untuk menemukan kesalahan tata bahasa

2.   Untuk memudahkan pembaca memahami isi artikel

3.   Untuk memastikan tulisan tidak keluar dari topik

Kemudian Narasumber memberikan tantangan kepada peserta untuk memperbaiki sebuah tulisan sebagai bagian dari proses pembelajaran pada malam hari ini.

Penggunaan kata memang disertai dengan penjelasasn contoh pada kalimat berikut ini: Kamu memang cantik, sayangnya kesabaranmu setipis tisyu.

Selanjutnya penggunaan kata dan pada pemerian (Perincian) dipakai sesudah tanda koma berakhir.

Materi yang bersumber dari pertanyaan peserta kami rangkum menjadi beberapa bagian penting.

Proofreading dapat dilakukan oleh orang lain (profesional) namun, dapat juga dilakukan sendiri. Proofreading yang dilakukan sendiri oleh penulis memiliki ketentuan sebagai berikut:

1.   Diamkan naskah beberapa waktu untuk menetralkan perasaan  terhadap tulisan sendiri,

2.   Agar tidak salah asumsi sebaiknya membaca terlebih dahulu seluruh tulisan,

3.   Memeriksa saltik, istilah, EYD, struktur, dan kelogisan,

4.   Membaca dengan bersuara.

Jika proses ini telah selesai tinggalkan dulu tulisan itu. Beberapa waktu kemudian baca kembali biasanya akan muncul kelimat yang kurang tepat atau kalimat yang rancu. Atau bisa juga proofreading diserahkan kepada profesional dengan beberapa konsekuensi.

Jenis tulisan berupa sastra aturannya lebih longgar. Karena sastra mengutamakan keindahan  kata dan kedalaman makna. Sementara karya tulis essay atau artikel tidak membutuhkan kekuatan kata yang bersifat puitis.

Menggunakan alat bantu dalam menulis itu syah-syah saja  selama tidak menyerahkan totalitas penulisannya itu. Butuh kecerdasan dan strategi dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu penulisan. Penulis harus tetap mengkonfirmasi kebenaran tulisan dengan menggunakan alat bantu tersebut.

Kesimpulan

Proofreading dapat dikerjakan sesndiri atau diserahkan kepada profesional. Butuh kecerdasan dan strategi dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu penulisan. Penulis harus tetap mengkonfirmasi kebenaran tulisan dengan menggunakan alat bantu tersebut. Proofreading merupakan tahap paling akhir dari menulis yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan teks agar tidak lagi terjadi kesalahan sebelum dipublikasikan

 Penutup

Bagi pemula yang tertarik ingin menulis artikel atau jurnal hingga tembus scopus Narasumber  memberikan saran agar mengunjungi wab https://ebizmark.id. Juga daoat  memilih pelatihan terdekat kemudian mengukutinya dan pilih yang gratis.

 

 

 

1 komentar:

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...