BERANDA

Jumat, 15 Agustus 2025

Belajaar Menulis Dongeng dengan Bantuan AI

 Judul                   :Belajaar Menulis Dongeng dengan Bantuan AI

Penyusun          : Agus Salen

Resume ke        : 5

Gelombang      : 33

Hari/Tanggal   : Jum’at, 15 Agustus 2025

Tema                  : Menulis Dongeng dan Cerita Fabel

Narasumber    : Helwiyah, S.Pd., M.M.

Moderator       : Maesaroh, M.Pd

Syukur Alhamdulillah meskipun kegiatan hari ini terbilang padat kesemuanya membutuhkan fokus dan energi yang besar untuk menjalaninya saya masih menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan KBMN PGRI. Pada malam hari ini telah memasuki hari yang kelima dari 20 kali pertemuan yang direncanakan.

Tema kelas pada malam hari ini adalah Menulis Dongeng dan Cerita Fabel. Tema ini cukup menarik dan sekaligus menantang karena jujur saja selama ini saya belum pernah sekalipun membuat dongeng apalagi cerita fabel. Malam ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk belajar membuat dongeng dan cerita fabel sesuai dengan gaya bahasa  dan penokohan serta fantasi yang unik dan menarik.

Dongeng dan cerita fabel dua hal yang bagi saya masih sulit untuk membuatnya. Mengapa kedua kata itu digandengkan dalam konteks tema pada malam hari ini. Apakah semua cerita fabel itu adalah dongeng atau dongeng itu kurang asyik tanpa cerita fabel? Bagaimana yah… “Saya jadi semakin bingung. Nah supaya ga tambah bingung simak aja terus tulisan resume ini sampai akhir”

Moderator hebat kita Ibu Maesaroh, M.Pd. tak lupa, mengingatkan susunan kegiatan kita pada malam ini terdiri dari pembukaan, Penjabaran materi, Q & A dan penutup.

 Sebuah mukadimah dari moderator hebat kita menuliskan bahwa menulis dongeng itu ibarat menyemai benih  keajaiban di hati para pembaca. Sejuta fantasi akan lahir manakalah sebuh dongeng hadir dengaan suguhan kata-kata yang indah. Imajinasi pembaca akan semakin melayang menunju fantasi tanpa batas.

Cerita fabel merupakan cerminan halus sebuah kehidupan. Manusia biasanya akan tersentuh dengan membaca dialog yang penuh teladan dari karakter yang dimainkan oleh penulis. Karakter tersebut biasanya diwakili oleh berbagai jenis hewan.

“Wao… “ pendahuluan ini semakin membuat penasaran untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang dongeng dan cerita fabel. “Yu kita ikuti terus”

1. Apakah dongeng itu?

Dongeng adalah cerita fiksi yang belum tentu benar terjadi, biasanya berisi pesan moral, petualangan, atau keajaiban. Dongeng sering kali dibacakan atau diceritakan kepada anak-anak  menjelang tidur untuk menghibur, mendidik, atau memberikan pelajaran hidup.

Menurut James Danandjaja “dongeng adalah cerita rakyat lisan yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang menceritakannya” Sedangkan Charles Perrault berpendapat bahwa “Dongeng adalah cerita pendek tentang petualangan khayalan dengan situasi dan tokoh gaib yang luar biasa” 

“Nah. bagi pemula perlu mengenali ciri-ciri dongeng yang baik agar dongeng yang buat itu diminati oleh pembaca”

2. Ciri-ciri dongeng

Sebuah dongeng yang baik tentu terletak pada unsur imajinasi yang dimainkan, balutan kata demi kata yang indah dan bermakna akan semakin berkualitas dongeng yang kita buat.  Alur ceritanya tidak perlu panjang. Ada pesan moral yang bisa ditangkap oleh pembaca dan terinspirasi dari cerita dongeng tersebut. Pada umumnya tokoh dalam dongeng berupa manusia atau hewan.

3. Fungsi Dongeng

Apa sih sebenarnya fungsi dongeng itu? Menurut Helwiyah fungsi dongeng itu adalah sebagai berikut:

1.      1.      Fungsi hiburan
2.      Fungsi Pendidikan karakter
3.      Mengasah imajinasi
4.      Fungsi pelestarian budaya
5.      Fungsi mencerdaskan anak

Dongeng yang baik, menggunakan kata yang indah, alur cerita yang menarik, mengisahkan petualangan dan mengandung pesan edukasi akan banyak diminati para pembaca. Meskipun sifatnya merupakan cerita belaka namun dapat menguatkan karakter anak yang mendengarkannya.

4. Jenis-Jenis Dongeng

Bagian yang penting dalam materi ini adalah bagaimana seorang penulis atau calon penulis dapat mengenali dengan baik jenis-jenis dongeng. Dengan begitu dapat memilih jenis dongeng mana yang bersesuaian dengan genre penulis.

Jenis-jenis dongeng menurut  para ahli dikelompokkan berdasarkan isi dongeng dan tokohnya meliputi: mite/mitos, sage, fabel, legenda, parable, jenakaa dan dongeng biasa.

Mite/mitos merupakan dongeng yang berkaitan dengan mahluk halus, dewa-dewi, ataupun cerita gaib lainnya.Dongeng jenis ini seperti Joko Tarub dan Nyi Roro Kidul, Mahabarata.

Sage adalah kategori dongeng sejarah tentang tokoh-tokoh tertentu yang dikenal karena kepahlawanan, keberanian, kesaktian, atau kebaikan mereka. Contohnya adalah cerita Airlangga dan Ciung Wanara Joko Tingkir dan Roro Jongrang.

Fabel merupakan cerita pendek yang tokoh utamanya adalah binatang, tetapi bertingkah laku dan berbicara seperti manusia.  Mengandung pesan moral atau pelajaran tentang kehidupan yang ingin disampaikan kepada pembaca.  

Legenda merupakan jenis dongeng yang dipercaya sebagai cerita rakyat dan berkaitan dengan asal muasal suatu tempat atau peristiwa. Contohnya adalah cerita tentang Danau Toba atau Batu Menangis, Sangkuriang, Timun Mas, Malin Kundang.

Parabel adalah jenis dongeng yang mengandung nilai-nilai pendidikan, baik moral, agama, maupun pendidikan secara umum, yang disampaikan tersirat. 

Jenaka adalah dongeng yang lucu dan menghibur, seringkali dengan tokoh-tokoh yang konyol atau tingkah laku yang mengundang tawa. 

Dari paparan jenis dongeng diatas kalian suka jenis yang mana?

Menarik sekali apa yang disampaikan oleh pemateri “Menulis tanpa pena, menggambar tanpa sketsa” patut dicoba idenya tetap berasal dari kita dengan bantuan AI semuanya dapat diwujudkan.

Ada beberapa tips untuk menghasilkan dongeng yang baik yaitu:

  1. 1.    Menentukan tokoh serta penokohannya
  2. 2.    Menciptakan konflik
  3. 3.    Menentukan tema yaitu alur dan setting cerita
  4. 4.    Mulai menulis
  5. 5.    Banyak membaca
  6. 6.    Rajin berlatih

Setelaah sesi pertanyaan selesai, maka selesi pulalah materi dongeng dan cerrita fabel pada mala mini.

Kesimpulan

dongeng adalah cerita rakyat lisan yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang menceritakannya” Sedangkan Charles Perrault berpendapat bahwa “Dongeng adalah cerita pendek tentang petualangan khayalan dengan situasi dan tokoh gaib dan luar biasa” 

Jenis-jenis dongeng menurut  para ahli dikelompokkan berdasarkan isi dongeng dan tokohnya meliputi: mite/mitos, sage, fabel, legenda, parable, jenakaa dan dongeng biasa.

Penutup

Meski layar kini memisahkan, semoga hati tetap saling menyapa,

dan semangat yang lahir dari kebersamaan ini tak pernah pudar.

Sampai jumpa di pertemuan berikutnya,

di mana jarak hanyalah angka, dan persaudaraan tetap nyata."_

3 komentar:

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...