BERANDA

Kamis, 11 September 2025

 

Judul                   : Belajar Menulis Buku Cerita Digital

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 16

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Rabu, 10 September  2025

Tema                  : Menulis Buku Cerita Digital

Narasumber       : Nur Dwi Yanti, S.Pd

Moderator         : Widya Arema

Nur Dwi Yanti, S.Pd adalah narasumber kita pada malam hari ini merupakan seorang guru yang juga aktif menulis. Telah melahirkan beberap buku solo maupun buku antorlogi. Pada malam hari ini akan berbagi praktik baik dengan tema Menulis Buku Cerita Digital.

Keunggulan buku digital disbanding dengan buku cetak karena

1.     Dapat diperbaharui

2.     Lebih mudah diakses

3.     Lebih interaktif

4.     Lebih murah

5.     Lebih ramah lingkungan

6.     Lebih praktis dan mudah dibawa

Jenis-jenis buku digital

1.     E-book: merupakan buku digital yang diformat dalam bentuk PDF

2.     Audiobook adalah buku digital yang disajikan dalam bentuk format suara, siswa belajar dengan cara mendengarkan

3.     E-book interaktif merupakan e-book tang dilengkapi dengan fitur interaktif seperti video, animasi, dan game edukasi

4.     Edukational apps adalah aplikasi edukasi  yang berisi materi pembelajaran dalam bentuk digita

Bentuk-bentuk penggunaan buku digital dalam pembelajaran:

1.     Menggunakan buku digital yang disediakan dalam berbagai format

2.     Menggunakan buku digital yang dilengkapi dengan fitur-fitur aksesibilitas

3.     Memberikan tugas dan kegiatan belajar yang beragam

4.     Memberikan dukungan dan bimbingan kepada siswa

 


PDF merupakan salah satu  aplikasi pembuat e-book yang cukup mudah diakses melalui perangkat smartphone. Situs web apapun yang menawarkan e-book gratis umumnya ditampilkan dalam bentuk PDF. Hampir semua computer dan smartphone telah dilengkapi dengan aplikasi pembaca PDF sehingga dengan mudah PDF akan terbuka.

Langkah-langkah membuat buku digital untuk keperluan pembelajaran meliputi:

1.     Pilihlah topik yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan berdasarkan pada materi pembelajaran yang akan diajarkan. Demikian juga dengan siswa yang menjadi sasaran e-book mesti bersesuaian dengan tingkat perkembangan dan minat siswa dalam membuat e-book

2.     Kontennya menarik dan bermakna. Konten yang dibuat digabbungkan dengan gambar, audio, multimedia, video, dan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang lugas serta mudah dimengerti oleh siswa.

3.     Pemilihan platform. Gunakan platform gratis seperti canva, book creator, dan google slide. Dapat juga menggunakan platform berbayar seperti ispring suite, adobe captivate, dan e-book maker. Keunggulannya menawarkan fitur yang lebih menarik dilengkapi templete interaktif,  pembaca analitik dan dapat diterbitkan ke dalam berbagai format.

4.     Uji coba dan revisi. Tahap ini dapat dilakukan dengan menguji coba kepada siswa untuk selanjutnya diminta umpan balik mengenai konten, desain dan kemudahan penggunaannya. Selanjutnya untuk meningkatakan kualitas e-bokk lakukan revisi



Salah sau contoh buku cerita digital.

Dengan aplikasi Canva

Buku cerita elektronik dengan Gemini.

Dengan aplikasi google slide.

Kesimpulan

Pembuatan buku cerita elektronik ini sebaiknya hanya diperuntukkan penggunaannya untuk kepentingan sendiri.

Saslah satu Teknik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang kita lakukan bisa dicoba menggunakan buku cerita e-book.

Penutup

Suat hal yang baru diketahui sebaiknya selalu mencoba untuk berlatih agar lebih terampil menggunakannya ut=ntuk peningkatan kualtias pembelajaran.

 

2 komentar:

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...