BERANDA

Jumat, 22 Agustus 2025

Strategi Memilih Diksi yang Tepat

 

Judul                   : Strategi Memilih Diksi yang Tepat

Penyusun           : Agus Salen

Resume ke         : 8

Gelombang        : 33

Hari/Tanggal     : Jum’at, 22 Agustus 2025

Tema                  : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber       : Maydearly

Moderator         : Widya Arema

 


Dikdi merupakan jiwa bahasa  yang luas seprti laut biru yang jernih. Mengandung pesan yang mendalam. Diksi diibaratkan sebuah media melukiskan kata-kata menggambarkan ungkapan emosi yang sarat makna.

Dengan pilihan diksi yang  tepat, penulis dapat mengungkapkan perasaannya yang halus, menyampaikan pesan yang tegas dan meninggalkan karya yang langgeng.  Sebagai alat diksi dapat mengobarkan semangat, memompa kekuatan, membangkitkan inspirasi dan membawa jiwa menikmati dunia yang penuh dengan keindahan.

Sebbuah kalimat pembuka menghentak lamunan peserta yang telah ditorehkan oleh moderator jebat kita pada malam hari ini, ssiapa lagi kalua bukan Wiya Arema. Untai kata demi kata tersaji mala mini yang akan mengawali ditulisnya sebuah sejarah petualangan jiwa untuk dikenang sepanjang masa oleh anak cucu dikemudian hari.

Moderator terus merangkai kata menggoda jiea kami pada malam hari ini yang tengah menanti petualangan kata dari sang pembawa pesan kelas pada malam hari ini.  Keelas Belajar Menulis Nasional (KBMN) PGIO Angkatan 33,

“Apa sih diksi itu?

Menurut  Maydearly diksi adalah padanan kata yang diplih untuk memberi kesan esstetik dalam sebuah kalimat. Aristoteles mengenalkan dikssi sebagai   sarana menulis indah dan berbobot. Pemikiran dan gagasannya ia sebut puitis dan perkembangan selanjutnya disebut puisi.

Selanjutnya William Shakespeare  adalah sastrawan yang dikenal atas kepiawaiannya  menuliskan diksi dalam bentuk naskah drama.

“Kalo begitu diksi itu penting dong agar karya kita memiliki kualitas yang tinggi enak dibaca dan dapat menghadirkan keindahan”

Sense of Touch  adalah sebuah Teknik  menulis diksi dengan menggunakan sentuhan sebagai media mengungkaapkan rasa/jiwa. Sentuhan halus, kasar, dingin, panas,  lembut, licin) sesbagai beentuk kata dalam mengungkapkan jiwa.

“Mengayuh perahu”

Kalimat diatas akan lelbih indah jika ditulis dengan Teknik sense touch sehingga kalimatnya menjadi:

 Pagi yang hening berselimut kabut menerpah kulit. Dingin menikam lembut dengan perasaan penuh harap Rini mengayu perahunya menembus dingin.

Sense of smell merupakan Teknik diksi dengan menghadirkan suasana melalui aroma yang dapat membangkitkan imajinasi pembaca. Indra penciuman sngat kuat dalam membangkitkan kenangan dan emosi sehingga tulisan akan lebih hidup dan bermakna, nyata dan menyentuh.

“Aroma melati itu membawaku  pada kenangan Ketika ibu memeluk aku setiap pulang dari sekolah”

Sense of Taste adalah Teknik diksi dengan menghadirkan pengalaman melalui rasa di lidah,  sehingga pembaca  merasakan suasana yang ditulis

“Jamu yang diminum Tono pahitnya terasa melekat di lidah sampai beberapa waktu”

Sense of hearing  adalah Teknik diksi dengan menghadirkan suasana dengan menggunakan bunyi ataau keheningan sehingga pembaca dapat terbawa dengan suasana tersebut.

“Klakson mobil tronton berbunyi keras seakan memecahkan gendang telinga”

Penanya pertama dari Pak Fazar  dari Garut Jawa Barat Sesi selanjutnya adalah tanya jawab:

 

Apakah ada ketentuan bait untuk puisi ataukah bebas?

 Tidak ada ketentuan baku. Puisi bisa ditulis dengan bait dan jumlah baris tertentu, tapi juga bisa bebas tanpa pola (ini disebut puisi bebas). Jadi penyair punya kebebasan penuh untuk menentukan bentuknya.

Rima dan sebagainya diaturkah dalam puisi?

Rima (persamaan bunyi) memang sering dipakai agar puisi indah dan ritmis, tapi tidak wajib. Banyak puisi modern tidak menggunakan rima, melainkan lebih menekankan pada imaji, makna, dan kekuatan Diksi.

Apakah baris puisi dibatasi?

Tidak dibatasi. Baris puisi bisa pendek sekali (hanya satu kata) atau panjang hingga satu kalimat penuh. Yang penting adalah keserasian dan kekuatan ekspresi yang ingin disampaikan.

Dan bahkan di Era modern ini, banyak sekali jenis puisi yang lebih kekinian seperti Puisi Telelet, Puisi Patidusa, dll.

Penanya berikutnya dari  Pak Agus

Tips agar pemula mampu berdiksi tanpa terkesan lebay adalah

1. Perbanyak membaca puisi, cerpen, novel, atau bahkan essai

2. Kenali Nuansa KataKata yang mirip belum tentu sama maknanya.

Misal: sunyi ≠ sepi, merintih ≠ menangis.

3. Berlatih mengganti kata Biasa dengan kata yang puitis contohnya:Kalimat biasa: “Aku sedih karena ditinggal.”

Dengan diksi: “Aku merintih dalam sunyi ketika jejakmu hilang.”

4. Perhatikan irama dan Bunyi. Usahakan setiap kata yang dipilih harus enak diucapkan.

Seperti kata: Membaca, bisa kita ganti dengan Merapal.

Penanya berikutnya dari Bunda Fannie.

Saya jawab pertanyaan Bunda Fannie satu per satu ya, biar jelas dan mudah dipahami:

1. Bagaimana penggunaan majas dalam puisi?

Majas adalah gaya bahasa kiasan untuk memperindah puisi.Fungsinya membuat puisi lebih hidup, imajinatif, dan menyentuh perasaan pembaca.

Contoh penggunaan:

Metafora: “Hatinya samudra luas” → hati diibaratkan samudra.

Hiperbola: “Tangisku mengguncang langit” → dilebih-lebihkan.

Personifikasi: “Rembulan tersenyum di balik awan” → benda mati diberi sifat manusia.

 2 Analisis dalam struktur puisi itu apa sajakah?

Struktur puisi biasanya dianalisis dalam dua sisi:

 Struktur Fisik (luar):Diksi (pilihan kata),Majas (gaya bahasa), Tipografi (tata letak puisi di halaman),Rima/Irama (persajakan & musikalitas), Imaji (gambaran pancaindra)

Struktur Batin (dalam): Tema (pokok pikiran puisi), Perasaan (emosi penyair yang ditampilkan), Nada & Suasana (sikap penyair & rasa yang ditangkap pembaca).

Kesimpulan

Diksi itu padanan kata bukan majas

Ada 4 langkah jitu untuk menghasilkan diksi yang menarik:

1.      Sense of Touch

2.      Sense of Smell

3.      Sense of Taste

4.      Sense of hearing

Penutup

Diksi bukan sekadar kata, melainkan jendela rasa yang membuka jalan menuju keindahan makna

Dengan diksi yang tepat, kata sederhana pun bisa menjelma menjadi karya luar biasa

Jadi, jangan ragu untuk menulis dengan Diksi yang indah

 

 

3 komentar:

Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah

Judul                   : Mengembangkan Literasi Digital di Sekolah Penyusun           : Agus Salen Resume ke         : 19 Gelombang ...